Banyak hal telah terjadi di tahun yang lampau, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun mendatang. Namun apa pun itu, kami berharap Anda tetap bersemangat memasuki tahun 2026.
Pada Januari ini, buletin CT Indonesia menyajikan artikel 50 Negara Paling Berbahaya bagi Orang Kristen di Tahun 2026 menurut Daftar Pantauan Dunia 2026 dari Open Doors. Artikel ini sangat penting bagi kita untuk mengetahui kondisi umat Tuhan di berbagai belahan dunia dan mendoakan mereka yang mengalami penganiayaan dan kesulitan karena iman kepada Tuhan. Selanjutnya, jika di awal tahun ini Anda mulai merencanakan pembacaan Alkitab secara rutin, artikel Rencanakan Pembacaan Alkitab Tahun Ini untuk Mengejar Ketekunan, Bukan Kecepatan tentu akan sangat membuka wawasan Anda terkait hal tersebut.
Kemudian sebuah berita menyedihkan datang dari seorang penulis Kristen yang terkenal: Philip Yancey Mengaku Selingkuh, Mundur dari Pelayanan. Pengakuan ini tentu tidak mudah, baik bagi Yancey maupun orang-orang terdekatnya. Mari doakan, agar kiranya Tuhan memulihkan Yancey dan keluarganya, serta orang-orang yang terluka karena hal ini.
Akhir kata, mari kita jalani tahun 2026 ini dengan hati yang penuh bersyukur dan terus bersandar kepada Allah. Tetap semangat dan jangan menyerah, apa pun yang akan terjadi di masa mendatang, sebab Tuhanlah yang memegang masa depan kita. Tuhan Yesus memberkati Anda.
Maria Fennita S.
Direktur Editorial
Christianity Today Indonesia
Rencana membaca Alkitab selama dua belas bulan dari Kejadian-Wahyu memang populer, tetapi kebanyakan orang Kristen akan bertumbuh lebih dekat dengan Allah dan Firman-Nya jika membaca lebih perlahan.
Philip Yancey mengatakan bahwa ia akan pensiun dari pelayanan sebagai pembicara dan menulis serta berdukacita atas "kehancuran yang telah saya sebabkan."
Dikirimkan secara gratis via email setiap bulan kepada para pendaftar. Mendaftar untuk buletin ini.
'Christianity Today' dan 'CT' adalah merek dagang terdaftar dari Christianity Today International. Christianity Today adalah sebuah organisasi non-profit 501(c)(3).